“No Body Perfect” kita sering
mendengar kata bijak tersebut. Namun tak jarang dari kita yang dapat menerima
dengan lapang dada ketaksempurnaan kita, misalnya saja kita sering tidak mau
menerima kritikan dari orang lain, yang lebih parah lagi kita menjadi BT sama
orang yang memberikan kritik buat kita. Lain halnya dengan pujian, tak jarang
kita sering ingin dipuji oleh orang lain yang lebih parah lagi bila pujian itu
dipaksakan, artinya kita memaksa orang lain untuk memuji kita.
Bersamaan
dengan hal itu ternyata betul apa yang dikatakan salah seorang filosof pada
jaman Yunani, Aristoteles bahwa manusia itu makhluk sosial, artinya ia tidak bisa
hidup sendiri, bahkan kita pun sering terlenakan dengan penilaian akan diri
sendiri, yang subjektif dan menutupi diri terhadap penilaian dari orang lain
terutama musuh kita yang notabene biasanya bersifat objektif.
Pujian
atau kritikan yang datang dari orang lain merupakan cerminan diri kita pada
pandangan orang lain. Baik pujian atau kritikan tersebut merupakan salah satu
alat pembantu untuk kita untuk berintrospeksi diri, mengukur sejauh mana
keterbukaan kita terhadap orang lain. Apakah kita termasuk orang yang
misterius, sehingga orang lain tidak mengetahui bahwa kita punya suatu potensi
yang luar biasa. Sehingga kita dapat menentukan langkah perbaikan sikap yang
akan kita tempuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar