Selasa, 26 Juni 2012

CARA MENSIKAPI KRITIKAN DAN PUJIAN


“No Body Perfect” kita sering mendengar kata bijak tersebut. Namun tak jarang dari kita yang dapat menerima dengan lapang dada ketaksempurnaan kita, misalnya saja kita sering tidak mau menerima kritikan dari orang lain, yang lebih parah lagi kita menjadi BT sama orang yang memberikan kritik buat kita. Lain halnya dengan pujian, tak jarang kita sering ingin dipuji oleh orang lain yang lebih parah lagi bila pujian itu dipaksakan, artinya kita memaksa orang lain untuk memuji kita.
            Bersamaan dengan hal itu ternyata betul apa yang dikatakan salah seorang filosof pada jaman Yunani, Aristoteles bahwa manusia itu makhluk sosial, artinya ia tidak bisa hidup sendiri, bahkan kita pun sering terlenakan dengan penilaian akan diri sendiri, yang subjektif dan menutupi diri terhadap penilaian dari orang lain terutama musuh kita yang notabene biasanya bersifat objektif.
            Pujian atau kritikan yang datang dari orang lain merupakan cerminan diri kita pada pandangan orang lain. Baik pujian atau kritikan tersebut merupakan salah satu alat pembantu untuk kita untuk berintrospeksi diri, mengukur sejauh mana keterbukaan kita terhadap orang lain. Apakah kita termasuk orang yang misterius, sehingga orang lain tidak mengetahui bahwa kita punya suatu potensi yang luar biasa. Sehingga kita dapat menentukan langkah perbaikan sikap yang akan kita tempuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar